Malaka dan Peradaban Sepak Bola Usia Dini
Oleh: Damasus Lodolaleng, S.Pd., M.Pd
(Pengamat dan Praktisi Olahraga NTT)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
TIMORNESIA.COM-Di hampir setiap daerah di Indonesia, sepak bola selalu menjadi olahraga yang paling dicintai masyarakat. Stadion penuh ketika tim daerah bertanding, media sosial ramai ketika klub menang, dan kritik bermunculan ketika tim kalah. Namun, di balik gegap gempita itu, hanya sedikit daerah yang benar-benar bertanya dari mana pemain-pemain hebat itu akan lahir?
Pertanyaan sederhana tersebut sesungguhnya telah lama dijawab oleh para ilmuwan olahraga dan negara-negara yang berhasil membangun kejayaan sepak bolanya.
Pakar pengembangan olahraga dunia, Jean Cote, melalui konsep Developmental Model of Sport Participation (DMSP), menjelaskan bahwa atlet-atlet elite tidak lahir secara instan. Mereka tumbuh melalui proses pembinaan jangka panjang yang dimulai sejak usia anak-anak, melewati tahapan bermain, belajar, berlatih, hingga akhirnya memasuki fase spesialisasi. Prestasi bukanlah titik awal pembinaan, melainkan hasil dari sistem yang dirancang secara konsisten selama bertahun-tahun.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













