Di Asia, keberhasilan serupa terlihat di Jepang. Sejak awal 1990-an, Japan Football Association menjalankan visi seratus tahun (JFA 100 Year Vision) dengan memperbanyak sekolah sepak bola, membangun kompetisi usia dini, meningkatkan kualitas pelatih, serta menghubungkan pembinaan dari sekolah, klub, hingga liga profesional. Hasilnya kini terlihat jelas. Jepang hampir selalu tampil di Piala Dunia dan secara konsisten mengekspor pemain ke liga-liga elite Eropa. Selain jepang ada juga Korea Selatan yang mana Korea Selatan menempuh jalan yang hampir sama melalui integrasi sepak bola sekolah, universitas, dan klub profesional. Sementara Vietnam dalam satu dekade terakhir berkembang pesat berkat investasi besar pada akademi usia muda seperti kerja sama Hoang Anh Gia Lai–Arsenal JMG Academy, yang melahirkan banyak pemain tim nasional mereka. Pelajaran dari berbagai negara tersebut memperlihatkan satu kesamaan. Tidak ada negara yang menjadi kuat hanya karena memiliki tim senior yang hebat. Mereka kuat karena memiliki sistem pembinaan yang jauh lebih hebat.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













