TIMORNESIA.COM-Pemerintah Kabupaten Malaka, di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH, dan Wakil Bupati Henri Melki Simu, tengah fokus pada revitalisasi UPT Kapitan Meo sebagai bagian dari visi besar mereka untuk mengembangkan pertanian terpadu di wilayah perbatasan.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengusulkan program pengembangan bibit sapi potong kepada Kementerian Pertanian RI, yang akan mencakup pembenahan sarana dan prasarana, serta penyediaan sapi induk dan pejantan di UPT Kapitan Meo.
Menurut Plh. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Malaka, Mathildes Seran, kawasan UPT Kapitan Meo memiliki potensi besar sebagai aset strategis daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini aset strategis daerah. Jika dikelola dengan baik, kapasitasnya dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja, dan menjadi pusat pelatihan peternak,” ungkap Mathildes Seran dalam pernyataannya kepada media pada 18 November 2025.
Selain itu, Mathildes menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor peternakan di Malaka adalah penurunan kualitas genetik sapi Bali.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













