Pandangan serupa juga dikemukakan oleh István Balyi, pencetus konsep Long-Term Athlete Development (LTAD). Menurutnya, keberhasilan olahraga tidak dapat dicapai hanya dengan mengejar kemenangan pada usia muda, tetapi harus dibangun melalui pembinaan yang berkesinambungan sesuai tahapan pertumbuhan fisik, mental, dan psikologis atlet. Filosofi ini kini menjadi acuan pembinaan olahraga modern di berbagai negara. Dalam sepak bola, prinsip tersebut diterapkan secara nyata.
Spanyol, misalnya, membangun sistem pembinaan melalui akademi-akademi seperti La Masia milik FC Barcelona Youth Academy yang melahirkan generasi emas seperti Andres Iniesta dan Xavi Hernández. Mereka tidak dibentuk dalam waktu singkat, tetapi melalui sistem yang telah berjalan puluhan tahun. Bukan saja spanyol di Jerman bahkan melakukan revolusi total setelah kegagalan di UEFA Euro 2000. Federasi sepak bola mereka mewajibkan setiap klub profesional memiliki akademi usia muda, meningkatkan lisensi pelatih, serta membangun pusat-pusat pembinaan di seluruh wilayah negara. Hasilnya mulai terlihat satu dekade kemudian ketika Jerman menjadi juara 2014 FIFA World Cup dengan mayoritas pemain hasil pembinaan akademi domestik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













