Menurut Yoseph, proses pengangkutan tersebut umumnya dilakukan secara rutin dalam rentang waktu satu hingga tiga bulan, tergantung akumulasi sampah.
“Biasanya setiap satu sampai tiga bulan dilakukan pengangkutan untuk meminimalisir penumpukan. Jadi kalau sudah sampai 2 ton, harus segera diangkut,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis ke depan, pihak RSUPP Betun berencana memperluas gedung TPS agar mampu menampung volume sampah yang lebih besar, termasuk dari fasilitas kesehatan lain di wilayah Kabupaten Malaka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ke depan, kita akan melakukan peningkatan dan perluasan gedung TPS. Saat ini masih dalam proses dan mudah-mudahan segera dikerjakan,” ungkap Yoseph.
Perluasan tersebut direncanakan untuk menampung sampah medis tidak hanya dari rumah sakit, tetapi juga dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Malaka.
“Nantinya sampah medis dari Puskesmas akan dikirim ke sini, lalu diangkut sekaligus oleh pihak ketiga. Karena kalau di Puskesmas, butuh waktu lama untuk mencapai 2 ton,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa produksi sampah medis di RSUPP Betun rata-rata mencapai sekitar 50 kilogram per hari.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













