TIMORNESIA.COM-Manajemen Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun terus berupaya meningkatkan sistem pengelolaan limbah medis dengan merencanakan perluasan gedung Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi penumpukan sampah medis sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah.
Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FisQua melalui Kepala Ruangan Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS), Yoseph Kun Seran, menjelaskan bahwa selama ini pengangkutan sampah medis dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk pembuangan sampah medis, kita bekerja sama dengan pihak ketiga. Pengangkutan dilakukan setelah volume sampah mencapai 2 ton,” ujar Yoseph.
Ia menjelaskan, sampah medis yang dihasilkan rumah sakit ditimbang setiap hari untuk memantau jumlahnya.
Jika sudah mendekati batas maksimal, pihak rumah sakit segera menghubungi mitra pengangkut.
“Teknisnya, sampah medis ini setiap hari ditimbang. Kalau sudah mendekati 2 ton, kita konfirmasi ke pihak ketiga untuk datang mengangkut,” jelasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













