Menurut dr. Melisa, pemahaman seperti itu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan gula darah kembali meningkat dan memicu komplikasi serius.
“Karena sudah ada masalah di dalam tubuh kita. Jadi walaupun minum obat atau menggunakan insulin, penyakit itu sebenarnya tidak hilang lagi, tetapi harus terus dikontrol supaya gula darah tetap stabil,” katanya.
Selain kurang disiplin menjalani pengobatan medis, dr. Melisa juga mengungkapkan masih banyak pasien yang lebih memilih pengobatan alternatif tanpa kontrol kesehatan secara rutin. Akibatnya, pasien baru datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah memburuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kadang-kadang masih banyak juga yang memilih pengobatan alternatif. Akibatnya mereka datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah berat. Bahkan ada yang datang dengan gula darah sudah sampai 1000,” ujarnya.
Ia menegaskan, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah utama untuk menekan angka diabetes dan komplikasinya di wilayah perbatasan.
“Solusinya memang harus edukasi. Itu yang paling penting dan paling gampang dilakukan. Para tenaga kesehatan harus terus memberitahukan kepada pasien bahwa obat-obat diabetes itu harus diminum teratur dan tidak boleh putus supaya gula darahnya tidak semakin tinggi,” jelasnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












