Dokter Melisa Pereira Minta Masyarakat Rutin Cek Gula Darah di Fasilitas Kesehatan 

- Redaktur

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Gonza Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Melisa Pareira, Sp.PD/dok istimewa/Timornesia

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Melisa Pareira, Sp.PD/dok istimewa/Timornesia

Menurut dr. Melisa, pemahaman seperti itu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan gula darah kembali meningkat dan memicu komplikasi serius.

“Karena sudah ada masalah di dalam tubuh kita. Jadi walaupun minum obat atau menggunakan insulin, penyakit itu sebenarnya tidak hilang lagi, tetapi harus terus dikontrol supaya gula darah tetap stabil,” katanya.

Selain kurang disiplin menjalani pengobatan medis, dr. Melisa juga mengungkapkan masih banyak pasien yang lebih memilih pengobatan alternatif tanpa kontrol kesehatan secara rutin. Akibatnya, pasien baru datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah memburuk.

“Kadang-kadang masih banyak juga yang memilih pengobatan alternatif. Akibatnya mereka datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah berat. Bahkan ada yang datang dengan gula darah sudah sampai 1000,” ujarnya.

Ia menegaskan, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah utama untuk menekan angka diabetes dan komplikasinya di wilayah perbatasan.

Baca Juga :  17 Anak di Kabupaten Malaka Berhasil Jalani Operasi Bibir Sumbing di RSUPP Betun

“Solusinya memang harus edukasi. Itu yang paling penting dan paling gampang dilakukan. Para tenaga kesehatan harus terus memberitahukan kepada pasien bahwa obat-obat diabetes itu harus diminum teratur dan tidak boleh putus supaya gula darahnya tidak semakin tinggi,” jelasnya.

Berita Terkait

Dokter Spesialis Obgyn di RSUPP Betun Berikan Pelatihan Penanganan Pendarahan Saat Persalinan Bagi Tenaga Kesehatan di Malaka 
Dokter THT RSUPP Betun Tekankan Pentingnya Pencegahan Dini Terhadap Epistaksis 
Dokter THT RSUPP Betun Minta Masyarakat Jangan Takut Periksa Gejala Sinusitis dan Polip
RSUPP Betun Gelar Symposium dan Workshop, Tingkatkan Kompetensi Nakes di Wilayah Perbatasan RI-RDTL
Pemkab Malaka Gelar Forum Konsolidasi Evaluasi dan Penguatan Program Kesehatan Tahun 2025–2026
RSUPP Betun Segera Pisahkan Layanan Pendaftaran Rawat Jalan dan Rawat Inap
RSUPP Betun Targetkan Layanan Hemodialisa Beroperasi Juli-Agustus 
PT Tri Tunggal Alkesindo Perkuat Layanan Hemodialisa di RSUPP Betun

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Timornesia.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 16:42 WITA

Bupati Malaka SBS: Tenaga Kesehatan Harus Punya Knowledge, Skill, Attitude dan Performance

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:56 WITA

Bupati SBS Jadi Keynote Speaker, Kegiatan Symposium dan Workshop RSUPP Update

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:22 WITA

Bupati Malaka Buka Kegiatan Symposium dan Workshop RSUPP Update 2026 

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:48 WITA

Pelepasan Jamaah Calon Haji Kabupaten Malaka 1447 H/2026 M, Wabup Henri Melki Simu: “Semoga Menjadi Haji yang Mabrur dan Mabruroh”

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:15 WITA

26 Tahun Mengabdi di Malaka, YKPA Mitra ChildFund Internasional Indonesia Resmi Tutup Program Pendampingan Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:00 WITA

DPRD Malaka–Belu Kolaborasi Dukung Gubernur NTT Wujudkan Kawasan Perdagangan Bebas di Perbatasan RI–Timor Leste

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:53 WITA

Ketua PW Himpaudi NTT Lantik 15 Pengurus Daerah Secara Daring, Dorong Penguatan PAUD di NTT

Kamis, 30 April 2026 - 21:17 WITA

Prof Usfunan Sarankan Pemkab Malaka Gunakan Perbup atau Perda dalam Penataan Lembaga Adat

Berita Terbaru