Dokter Melisa mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat di wilayah perbatasan terhadap bahaya hyperglicemic atau gula darah tinggi masih tergolong rendah.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan dalam menekan meningkatnya kasus diabetes dan berbagai komplikasi yang ditimbulkan.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap gula darah tinggi sebagai penyakit biasa, padahal kondisi tersebut dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, gangguan jantung hingga amputasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagian masyarakat masih menganggap gula darah tinggi itu hal biasa. Padahal kalau dibiarkan terus menerus bisa menyebabkan komplikasi yang sangat berbahaya,” jelasnya.
Dokter Melisa juga menyoroti masih rendahnya kesadaran pasien diabetes dalam menjalani pengobatan secara rutin dan berkelanjutan.
Ia mengaku sering menemukan pasien yang menghentikan konsumsi obat ketika kondisi tubuh mulai membaik, padahal diabetes merupakan penyakit kronis yang harus dikontrol seumur hidup.
“Bahkan yang sering saya dapat adalah pasien-pasien itu belum terlalu sadar. Memang mereka tahu ada sakit gula, tetapi minum obat tidak teratur. Kadang baru minum obat satu sampai dua hari, gula darah turun lalu dianggap sudah sembuh,” ungkapnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












