TIMORNESIA.COM-Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun terus memacu persiapan pembukaan layanan hemodialisa atau cuci darah yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juli hingga Agustus 2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya mengurangi ketergantungan pasien yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan tersebut.
Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, mengungkapkan bahwa hingga saat ini fasilitas alat hemodialisa belum tersedia di rumah sakit tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, pihak manajemen telah menempuh strategi dengan menjalin kerja sama bersama pihak ketiga guna mempercepat pengadaan alat dan bahan medis habis pakai.
“Pengadaan alat melalui skema kerja sama ini dipilih karena membutuhkan investasi yang cukup besar jika dilakukan secara mandiri. Pihak ketiga akan menyediakan alat sekaligus bahan medis yang diperlukan dalam pelayanan,” jelasnya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/4/2026).
Di sisi lain, RSUPP Betun juga tengah memperkuat kesiapan sumber daya manusia sebagai salah satu syarat utama pembukaan layanan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













