Ia juga mengungkapkan bahwa di Kabupaten Malaka sendiri cukup banyak ditemukan pasien stroke pada kelompok usia produktif 20 hingga 40 tahun.
Selain membahas faktor penyebab, dr. Athalia turut menekankan pentingnya penanganan stroke secara cepat dan tepat, terutama di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.
Menurutnya, masih banyak kasus stroke yang terlambat dirujuk sehingga memperburuk kondisi pasien.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Banyak kasus yang seharusnya dirujuk namun sudah lewat beberapa minggu baru dirujuk,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa stroke terbagi menjadi dua jenis, yakni stroke infark akibat penyumbatan pembuluh darah dan stroke pendarahan akibat pecahnya pembuluh darah di otak.
“Kalau stroke infark biasanya diberikan anti-platelet, obat tekanan darah tinggi, dan gula darahnya diatur. Sedangkan stroke pendarahan fokus utama adalah mengontrol tekanan darah dan menurunkan tekanan di otak,” jelasnya.
Melalui kegiatan symposium dan workshop tersebut, dr. Athalia berharap tenaga kesehatan di Puskesmas dapat memahami langkah awal penanganan stroke secara tepat sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit, sehingga risiko kecacatan maupun kematian akibat stroke dapat ditekan.***


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













