Ia mengimbau masyarakat agar mulai menerapkan pola hidup sehat dengan menghindari rokok dan alkohol karena kedua faktor tersebut sangat dominan memicu stroke, terutama pada laki-laki.
“Sebisa mungkin jangan merokok dan mengonsumsi alkohol. Karena ini paling sering terjadi pada laki-laki,” ujarnya.
Menurut dr. Athalia, angka penderita stroke pada laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu dipengaruhi oleh tingginya kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol pada kaum pria.
“Biasanya presentasi pasien stroke itu 3:1. Jadi misalnya ada tiga laki-laki, baru ada satu perempuan yang terkena stroke,” katanya.
Dari sisi usia, stroke memang lebih banyak dialami masyarakat berusia di atas 50 tahun.
Namun saat ini kasus stroke pada usia muda, khususnya rentang usia 20 hingga 40 tahun, mulai mengalami peningkatan.
“Usia di atas 50 tahun memang risikonya lebih besar. Tetapi sekarang usia 20 sampai 40 tahun mulai meningkat. Bahkan saya punya pasien baru usia 20 tahun karena merokok dan minum alkohol,” ungkapnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













