“Berdasarkan hasil penelitian bahwa pada masa-masa vegetatif, jagung sangat membutuhkan unsur N yang sangat tinggi, unsur N ini bisa tersedia di dalam tanah dan bisa juga dalam bentuk N2 bebas di udara yang akan ditangkap/diikat oleh bakteri rhizobium didalam tanah. Unsur N ini mudah larut dalam air makanya kalau ada air yang berlebihan dalam tempo agak lama di sekitar perakaran tanaman jagung maka unsur N ini akan terlarut dan terbawa oleh air. Otomatis jagung kuning itu tanda2 ketiadaan unsur N,”tulis Yeni Seran.
Dikatakannya, gagal panen hanya bisa dikatakan gagal panen jika hasil panen hanya 30% dari produksi rata-rata.
“Faktor musim atau alam ini tidak bisa di atur oleh Dinas Pertanian sehingga kita sudah ingatkan dari awal prediksi hujan di Kabupaten Malaka lewat semua PPL,”ungkapnya.***
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













