Menurutnya, kehadiran layanan hemodialisa di RSUPP Betun sangat mendesak.
Pasalnya, sekitar 10 persen pasien penyakit dalam membutuhkan tindakan cuci darah secara rutin.
Selama ini, pasien harus dirujuk ke Atambua atau Kupang, bahkan sebagian telah menjalani jadwal cuci darah secara mandiri di luar daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan adanya layanan ini, kami berharap pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh dan bisa mendapatkan pelayanan yang berkelanjutan di daerah sendiri,” pungkasnya.***


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













