Saat ini, dua perawat telah menyelesaikan pelatihan hemodialisa pada akhir tahun 2025, sementara satu perawat lainnya masih menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan.
“Kami menargetkan minimal tiga perawat bersertifikat sebagai syarat awal operasional layanan hemodialisa,” ujarnya.
Tak hanya tenaga keperawatan, peningkatan kapasitas tenaga medis juga dilakukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Satu dokter spesialis penyakit dalam tengah mengikuti pelatihan hemodialisa bersertifikasi dari Kementerian Kesehatan sejak Januari 2026 dan dijadwalkan menyelesaikan tahap akhir pada Juni mendatang.
Selain itu, seorang dokter umum juga mengikuti pelatihan khusus selama satu bulan di Jakarta.
Oktelin menegaskan, seluruh tenaga medis ditargetkan telah siap bertugas pada Juni 2026, sehingga layanan hemodialisa dapat segera dibuka sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Setelah kesiapan alat dan SDM terpenuhi, pihak rumah sakit akan melanjutkan proses pengurusan izin operasional serta menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan guna memastikan layanan dapat diakses masyarakat secara luas.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













