“Mengisi ruang kosong yang belum bisa dipenuhi pemerintah membutuhkan kerja sama semua pihak. Itu yang selama ini kami lakukan bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, meski program resmi berakhir, nilai-nilai pendampingan, kepedulian, dan pendidikan yang telah ditanamkan selama 26 tahun di tanah Malaka diharapkan tetap hidup di tengah masyarakat.
“Pengabdian tidak selalu diukur dari seberapa lama program berjalan, tetapi dari seberapa banyak harapan yang berhasil ditinggalkan untuk generasi yang akan datang,” tutupnya.***
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













