Sementara itu, Koordinator Project YKPA, Martina T. Berek mengatakan, perjalanan panjang selama 26 tahun telah melahirkan banyak perubahan, khususnya dalam pengembangan pendidikan anak usia dini di wilayah pedesaan.
“Hari ini program boleh selesai, tetapi harapan tidak boleh berhenti. Kami berharap para fasilitator tetap melanjutkan kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan di desa,” tuturnya.
Martina menjelaskan, YKPA selama ini telah menginisiasi tujuh PAUD yang hingga kini masih aktif beroperasi dan telah mendapat dukungan biaya operasional dari pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keberadaan PAUD bukan sekadar tempat bermain bagi anak-anak, tetapi menjadi ruang awal pembentukan mentalitas, disiplin, karakter, serta kesiapan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Anak-anak di PAUD memang lebih banyak bermain, tetapi melalui pendampingan ini mentalitas, pengetahuan, dan karakter mereka dibentuk supaya siap masuk SD,” jelas Martina.
Selain pengembangan PAUD, YKPA juga menjalankan program pengasuhan responsif yang berfokus pada edukasi kepada orang tua terkait pentingnya pemenuhan gizi anak usia dini.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













