“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap bergandengan tangan dan bekerja sama demi membangun Rai Belu yang lebih maju,”lanjutnya.
Bupati Willy Lay menyoroti posisi strategis Kabupaten Belu sebagai wilayah perbatasan dan beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, diperlukan penataan yang lebih baik dengan dukungan anggaran yang memadai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai daerah perbatasan, Rai Belu perlu ditata lebih menarik. Selain itu, kita harus mencari solusi bagi berbagai persoalan masyarakat untuk memperkuat kesejahteraan yang merata serta meningkatkan daya saing daerah,”jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan Kabupaten Belu harus dilakukan dengan semangat kebersamaan antara eksekutif, legislatif, ASN, TNI-Polri, serta seluruh masyarakat.
Dalam pidatonya, Bupati Willy Lay memberikan apresiasi kepada TNI-Polri yang telah menjaga stabilitas di perbatasan.
“Belu, Malaka, dan Timor Tengah Utara (TTU) adalah tiga kabupaten istimewa yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Kita memiliki perbatasan yang aman, dan itu berkat kerja keras semua pihak, termasuk jajaran TNI-Polri,”tegasnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













