Upaya yang dilakukan mencakup pengawasan lebih ketat terhadap tenaga medis, peningkatan kesiapan fasilitas kesehatan, serta memperluas akses layanan bagi ibu hamil yang membutuhkan perawatan intensif.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah daerah berharap angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan di tahun-tahun mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik, menjelaskan bahwa audit semacam ini sangat penting sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan neonatal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tahu bersama bahwa kematian ibu dan neonatal seringkali disebabkan oleh tiga keterlambatan: keterlambatan mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, keterlambatan mencapai fasilitas kesehatan, dan keterlambatan mendapatkan pelayanan yang tepat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kadis Frida menegaskan bahwa setiap kasus kematian ibu dan bayi bukan sekadar angka statistik, melainkan tragedi yang harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
“Oleh karena itu, diperlukan mekanisme sistematis untuk memastikan kebenaran data melalui verifikasi dan validasi, serta menelaah penyebab dan faktor kontribusi melalui audit maternal perinatal,” jelasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













