“Pada hari ini kita telah menjawab bahwa talenta yang kami terima satu tidak kami tanam, tetapi kami kembangkan. Hari ini Pemerintah Republik Indonesia melalui Pemerintah Kabupaten Malaka telah menunjukkan kehadirannya untuk masyarakat Numbei dengan membuat jembatan ini,” katanya.
SBS menyebutkan, pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran hampir Rp 7,8 miliar dan diperuntukkan bagi masyarakat Dusun Numbei yang berjumlah 272 jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 146 orang merupakan laki-laki dan 126 orang perempuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut SBS, jika pembangunan hanya dilihat dari perspektif statistik dan ekonomi, investasi tersebut mungkin dianggap tidak efisien. Namun, pemerintah tidak semata-mata menggunakan pendekatan statistik dalam memenuhi hak masyarakat.
“Menurut ilmu ekonomi dan statistik itu sebenarnya tidak efisien dan efektif, tetapi menurut ilmu kemanusiaan, jangankan seribu, jangankan lima ratus, satu pun negara harus tampil untuk membelanya,” tegasnya.
Ia menegaskan, pembangunan jembatan tersebut dilakukan karena masyarakat Numbei merupakan bagian dari rakyat Indonesia yang berhak mendapatkan perhatian dan pelayanan pemerintah.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













