“Kami sudah melakukan survei awal dan memang benar tempat-tempat yang disebutkan bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata. Saat ini kami masih terus melakukan survei untuk menggali lebih jauh potensi pariwisata di Kecamatan Wewiku,” ujar Aloysius Werang saat dikonfirmasi.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, buaya-buaya yang mendiami Komu diyakini sebagai penunggu laut dan hutan di sekitar Wewiku serta memiliki nilai magis.
Pawang buaya setempat menyebutkan bahwa buaya-buaya tersebut tidak akan mengganggu orang yang tidak bersalah, namun akan memberikan peringatan kepada siapa pun yang melanggar pantangan adat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain nilai budaya dan sejarah, kawasan Komu juga didukung oleh potensi alam lain, seperti Hutan Cemara dan Pantai Taberek yang telah dikenal luas.
Pantai Taberek beserta hutan cemaranya bahkan kerap dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai lokasi kegiatan resmi. Dengan penataan yang lebih baik, kawasan ini dinilai layak dikembangkan menjadi destinasi wisata alam unggulan.
Pengembangan pariwisata di Kecamatan Wewiku diharapkan mampu mengintegrasikan kekayaan alam, nilai budaya, serta sejarah lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelestarian kearifan lokal di Kabupaten Malaka.***
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












