“Kita melatih mereka untuk siap menerima kenyataan dari hasil pertandingan,” tambahnya.
Dalam turnamen ini, sistem pertandingan juga dirancang tanpa hasil imbang.
Jika pertandingan berakhir seri di waktu normal, maka langsung dilanjutkan dengan adu penalti. Tim yang kalah dalam adu penalti mendapatkan satu poin, sedangkan pemenang memperoleh dua poin. Sementara kemenangan di waktu normal bernilai tiga poin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bupati, sistem tersebut melatih mental bertanding sekaligus menjaga daya saing antar tim tetap tinggi.
Ia pun mengapresiasi antusiasme para pemain muda yang tampil penuh semangat sepanjang turnamen berlangsung.
“Ini bagus sekali, antusias dari anak-anak cukup bagus,” pungkasnya.
Dengan semangat evaluasi dan pembinaan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Malaka berharap kualitas sepak bola usia dini semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi pemain yang tangguh di masa mendatang.***
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













