TIMORNESIA.COM-Area persawahan di Desa Lakulo, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sebelumnya kering dan retak saat musim tanam kedua (MT II), kini kembali produktif setelah rehabilitasi jaringan irigasi primer Bendung Benenai rampung pada akhir 2024 hingga 2025.
Salah satu petani asal Dusun Kabukalaran A, Desa Lakulo, Bonifasius Klau, mengungkapkan bahwa sebelum perbaikan irigasi, para petani harus berjuang ekstra untuk memastikan lahan tetap basah agar padi dapat tumbuh.
“Dulu air tidak mengalir merata. Banyak lahan kekurangan pengairan, terutama saat MT II. Kami hanya bisa tanam pada musim pertama,” ujar Bonifasius saat ditemui di tepi sawahnya, Selasa (10/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pada periode 2021 hingga 2024, sebagian besar petani di Desa Lakulo hanya menanam padi pada musim tanam pertama. Produktivitas pun bergantung pada luas lahan yang diolah.
“Kalau saya dengan luas lahan setengah hektare, hasilnya sekitar 60–70 karung besar. Sementara petani yang punya lahan satu hektare bisa mencapai 100–120 karung,” jelasnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













