Memasuki MT II pada tahun-tahun tersebut, banyak petani memilih tidak menanam karena minimnya pasokan air.
Kerusakan jaringan irigasi primer Bendung Benenai akibat diterjang Badai Seroja tahun 2021 menjadi penyebab utama terganggunya distribusi air ke persawahan.
Bonifasius menyebut perubahan mulai terasa pada 2025, setelah adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Malaka yang dipimpin Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, jaringan irigasi primer Bendung Benenai direhabilitasi sehingga aliran air kembali lancar dan merata hingga ke hilir sawah.
“Sekarang air sudah lancar. Hilir sawah yang dulu kering sudah terairi. Para petani senyum. Terima kasih Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang sudah peduli pada kami,” tuturnya.
Pada MT I 2025, dengan sistem pengairan yang lebih baik, produktivitas mulai meningkat.
Bonifasius menyebut lahan setengah hektare miliknya mampu menghasilkan 70–90 karung gabah, naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya 60–70 karung.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













