TIMORNESIA.COM-Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (SBS–HMS) menetapkan kebersihan lingkungan sebagai agenda strategis prioritas memasuki tahun 2026.
Kebijakan ini ditegaskan untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya kerja pemerintahan dan budaya hidup masyarakat hingga ke seluruh desa.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malaka, Frida Fahik, yang menyebut kebersihan bukan lagi persoalan sepele, melainkan indikator kesadaran dan kesehatan suatu wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memasuki awal 2026, semua stakeholder di Kabupaten Malaka harus benar-benar memperhatikan masalah kebersihan. Ini harus menjadi budaya bersih dan budaya kerja,” tegas Frida Fahik di Betun, Sabtu (13/12/2025).
Instruksi Bupati dan Wakil Bupati menekankan bahwa kegiatan pembersihan lingkungan tidak boleh berhenti pada aktivitas seremonial semata.
Program Jumat Bersih yang telah berjalan dinilai cukup baik, namun ke depan harus diperkuat dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat, bukan hanya aparat desa.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













