Sementara itu, Ketua Komite SMAN Bateti, Simon Bria, mengatakan jumlah siswa yang dahulu pernah melebihi 300 orang kini terus merosot.
Ia berharap Pemerintah Provinsi NTT segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan sekolah.
Menanggapi berbagai temuan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Agustinus Nahak, menegaskan ada dua persoalan utama yang menjadi perhatian Komisi V.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertama, dugaan indisipliner kepala sekolah yang disebut tidak menjalankan tugas sejak 5 Januari 2026 namun belum mendapat tindakan administratif.
“Kami meminta agar segera ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah karena kepala sekolah lama diduga telah lalai menjalankan tugasnya dan tidak pernah bertugas sejak 5 Januari 2026,” tegas Agustinus Nahak.
Ia juga mempertanyakan fungsi pengawasan yang dilakukan terhadap kondisi tersebut.
“Saya juga mempertanyakan tugas pengawas sekolah atas kasus ini. Mengapa kondisi seperti ini bisa berlangsung cukup lama tanpa ada langkah penanganan,” ujarnya.
Persoalan kedua yang menjadi sorotan adalah dugaan pengelolaan Dana BOS yang dinilai belum transparan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












