Mendengar penjelasan tersebut, anggota Komisi V Agustinus Bria Seran meminta seorang guru mengecek langsung ke rumah kepala sekolah. Namun, setelah dilakukan pengecekan, kepala sekolah tidak berada di kediamannya.
Dalam dialog bersama guru, berbagai persoalan kembali mencuat. Jumlah peserta didik terus menurun hingga pada Tahun Ajaran 2026/2027 hanya tersisa sekitar 110 siswa.
Para guru menilai minimnya kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu penyebab berkurangnya minat masyarakat menyekolahkan anak di SMAN Bateti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana pertemuan menjadi haru ketika seorang guru PPPK paruh waktu menyampaikan sambil menangis bahwa dirinya hanya menerima honor sekitar Rp232.000 per bulan.
Ia juga mengaku nominal yang diterima terkadang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam kuitansi pembayaran dan mengaku pernah mendapat ancaman akan dicoret dari Dapodik ketika mempertanyakan haknya.
Pembina OSIS juga mengungkapkan sekolah hampir tidak pernah mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) maupun kegiatan kompetisi lainnya karena keterbatasan anggaran.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












