“Materi yang disiapkan panitia ini sangat luar biasa. Demokrasi itu bukan hal yang jauh di sana. Ketika adik-adik memilih ketua kelas secara adil atau nanti terlibat dalam pemilihan Ketua OSIS tanpa kecurangan, kalian sebenarnya sedang mempraktikkan prinsip-prinsip pemilu yang jujur dan adil,” ujar Hilarius di hadapan para peserta MPLS.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan ketua kelas maupun Ketua OSIS merupakan sarana pembelajaran yang sangat efektif untuk membangun budaya demokrasi.
Dari proses sederhana tersebut, siswa dapat belajar menghargai perbedaan pilihan, menerima hasil pemungutan suara dengan lapang dada, serta menjaga sportivitas dalam setiap kompetisi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Hilarius mengajak seluruh peserta didik untuk menjunjung tinggi integritas dalam setiap proses pemilihan. Ia menegaskan pentingnya menolak segala bentuk praktik yang bertentangan dengan nilai demokrasi, seperti politik uang, intimidasi, maupun perundungan (bullying) terhadap pendukung calon tertentu.
Menurutnya, kejujuran dalam proses pemungutan dan penghitungan suara di lingkungan sekolah merupakan fondasi penting untuk melahirkan generasi yang kelak menjadi pemilih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













