Tahun 2021 menjadi tahun hening. Selain pandemi yang belum reda, Malaka baru saja pulih dari banjir bandang di akhir 2020. Banyak dari kami sibuk menjadi relawan, menolong yang terdampak, menyusun ulang kehidupan yang sempat porak-poranda. Tidak ada energi untuk mempersiapkan panggung. Kami jeda. Tapi kami tidak padam.
Di tahun berikutnya, tahun 2022, kami kembali. Kali ini dengan cara yang lebih sederhana, di lapangan kecil milik Respek OBM. Tapi justru dari kesederhanaan itu, kami merasakan betapa pentingnya kegiatan ini: sebagai titik kumpul, sebagai ruang tumbuh. Ini adalah tahun kebangkitan kembali.
Pada tahun 2023, semangat kolaborasi diperluas. Kami menggandeng Orang Muda Katolik, dan OMK Kleseleon menyambut ajakan itu dengan tangan terbuka. Bukan hanya jadi tuan rumah, mereka juga jadi panitia penuh. Sebuah langkah maju, kami para penggagas belajar mempercayakan, dan mereka mengambil peran dengan berani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lalu di tahun 2024, OMK dan Karang Taruna Kamanasa mendapat kehormatan menjadi penyelenggara. Energi kolaboratif dari kampung ini menjadikan kegiatan terasa lebih akar rumput, lebih mengalir, dan lebih kuat dalam konteks lokal.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













