Menurutnya, penerapan format baru ini memaksa tim untuk bermain lebih agresif dan kompetitif.
“Tidak ada lagi bermain aman demi satu poin. Semua tim dituntut bermain menyerang, sehingga pertandingan menjadi lebih menarik dan tidak monoton,” tambahnya.
Adapun sistem poin yang diterapkan adalah sebagai berikut:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menang waktu normal: 3 poin
Menang adu penalti: 2 poin
Kalah adu penalti: 1 poin
Kalah waktu normal: 0 poin
“Artinya, setiap pertandingan harus menghasilkan pemenang,” tegasnya.
Contoh Penerapan Format Baru
Format tersebut telah diterapkan pada laga SSB Kecamatan Rinhat vs SSB Kecamatan Sasitamean kategori U14.
Begitu juga dengan SSB Kecamatan Malaka Tengah Vs SSB Kecamatan Weliman kategori U16 yang bermain imbang diwaktu normal sehingga dilanjutkan dengan babak adu pinalti.
Kedua tim bermain imbang di waktu normal, sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.
Hasilnya, SSB Kecamatan Rinhat keluar sebagai pemenang dan berhak atas 2 poin, sekaligus memimpin klasemen sementara Grup C.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













