“Persiapan kostum pun saya maksimalkan dengan dukungan dari orang tua, keluarga dan teman-teman yang sudah direpotkan untuk mencari kostum terbaik,” tuturnya.

Kegagalan yang Tidak Membuatnya Berhenti
Ada satu bagian penting dalam perjalanan Icha menuju gelar juara: kegagalan pada kesempatan sebelumnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tahun lalu, ia sudah mencapai babak final. Tetapi, gelar juara belum menjadi miliknya. Pengalaman itu tidak membuat Icha menutup diri dari kesempatan kedua. Ia justru kembali mencoba pada 2026.
Kali ini, tanpa memasang ekspektasi yang terlalu tinggi. Namun, ketika kesempatan terbuka, ia memilih untuk tidak menyia-nyiakannya.
“Saat lolos ke semifinal, saya mulai mempersiapkan diri dengan baik dan serius untuk harus bisa lolos hingga ke babak grand final,” katanya.
Kalimat tersebut menggambarkan perubahan sikap Icha dalam menjalani kompetisi. Dari sekadar mencoba, menjadi berjuang. Dari tanpa target tinggi, menjadi serius mempersiapkan diri. Dan pada akhirnya, perjuangan itu membawanya ke puncak.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













