Selain itu, ada juga yang percaya bahwa “OK” merupakan singkatan dari “Obberst Kommandant,” gelar militer berpangkat tinggi. Dengan asumsi ini, ungkapan “OK” dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap otoritas militer.
Dalam artikel yang dirilis oleh detikcom, ada pula dugaan bahwa “oke” berasal dari bahasa Prancis, yakni dari frasa “au quai” yang berarti “di dermaga.”
Frasa ini digunakan dalam dunia pelayaran sebagai tanda persetujuan atau kesiapan sebuah kapal untuk berangkat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penggunaan kata ini dalam konteks pelayaran mungkin kemudian menyebar dan diadopsi dalam bahasa Inggris dan bahasa lainnya, menjadi bentuk persetujuan secara umum.
Di tahun 1975, sebuah jurnal berjudul American Speech memuat pandangan para akademisi dari Universitas Rockefeller, termasuk Frank Greco.
Mereka menolak teori Read tentang “oll korrect,” dan mengklaim bahwa kata “oke” berasal dari ungkapan Skotlandia “och aye,” yang juga berarti “ya” atau “tentu saja.”
Dari sekian banyak teori, sebagian besar ahli bahasa lebih mendukung teori “oll korrect” yang diperkenalkan oleh Charles Gordon Greene.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













