Kata “OK” dalam koran tersebut adalah singkatan dari “oll korrect”, sebuah ejaan tidak baku dari “all correct.”
Pada saat itu, ada tren unik di kalangan editor surat kabar untuk membuat plesetan dari kata-kata berbahasa Inggris, termasuk menyingkat frasa-frasa umum seperti “all right” menjadi “OW” dan “with one of our first citizens” menjadi “WOOOFC.”
Kreativitas ini kemudian dimanfaatkan oleh Charles Gordon Greene, editor Boston Morning Post, yang menggunakan “OK” sebagai plesetan jenaka dan mendapat perhatian luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya berhenti di media cetak, kata “OK” semakin masif tersebar ketika para pendukung Presiden Amerika Serikat ke-8, Martin Van Buren, menggunakan slogan kampanye “Vote for OK.”
Frasa tersebut merujuk pada julukan Van Buren, “Old Kinderhook,” yang berasal dari kampung halamannya di Kinderhook, New York.
Dengan publikasi besar-besaran lewat media dan politik, kata “OK” menyebar ke seluruh Amerika dan akhirnya dikenal hingga ke berbagai belahan dunia.
Meski teori dari Amerika sangat kuat, masyarakat Jerman memiliki keyakinan yang berbeda. Menurut mereka, “oke” berasal dari kata “och” yang merupakan ungkapan setuju dalam bahasa Jerman.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













