Ia menambahkan bahwa ada dua hasil perhitungan berbeda dalam proyek ini, padahal menggunakan anggaran yang sama.
Hal ini memperkuat dugaan adanya kesalahan teknis yang menjadi penyebab bangunan tidak bisa difungsikan.
Karena adanya dugaan ketidaksesuaian dalam perencanaan dan eksekusi proyek, Kabosu meminta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk segera turun tangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia berharap ada audit menyeluruh baik dari sisi teknis maupun keuangan, untuk memastikan tidak ada penyelewengan dana negara.
“Kita butuh transparansi dan tanggung jawab. Proyek kesehatan tak boleh main-main karena dampaknya langsung ke masyarakat,” tegas Kabosu.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi oleh Timornesia.com pada Jumat, 4 April 2025, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, dr. Lina Sembiring, belum memberikan tanggapan.
Ketidakhadiran respon dari pihak pemerintah turut memperkuat kecurigaan publik soal dugaan kesalahan dalam proyek ini.
Kekecewaan masyarakat pun kian memuncak. Banyak warga mengeluhkan tertundanya akses terhadap fasilitas kesehatan yang seharusnya sudah bisa digunakan sejak tahun lalu.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













