“Jika UPT Kapitan Meo dikelola dengan manajemen modern, termasuk sistem pembibitan berbasis controlled mating dan intensifikasi kesehatan ternak, maka kawasan ini berpotensi menjadi pusat pembibitan sapi Bali terbesar di NTT,” jelasnya.
Momentum APBD 2026: Ujian Komitmen Daerah
Penting untuk dicatat bahwa langkah awal revitalisasi UPT Kapitan Meo telah dimulai dengan penyusunan petunjuk teknis dan rencana anggaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sidang APBD Murni Kabupaten Malaka tahun 2026 akan menjadi ujian bagi komitmen Pemerintah Daerah untuk mengalokasikan anggaran yang memadai bagi revitalisasi kawasan ini.
“Revitalisasi UPT Kapitan Meo bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang investasi jangka panjang dalam ketahanan pangan daerah, peningkatan PAD, dan pemberdayaan ribuan peternak. Jika DPRD Malaka berani mengalokasikan anggaran yang signifikan, itu adalah pernyataan tegas bahwa mereka mendengar suara peternak dan memahami kepentingan masa depan daerah,” ujar Mathildes Seran.
Menghidupkan Kembali Kapitan Meo untuk Masa Depan Malaka dan NTT


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













