“Pada tahun 2026 ini, pengolahan lahan milik masyarakat menggunakan TR-4 ditargetkan seluas 3.000 hektare dan menggunakan ekskavator seluas 500 hektare. Jadi total lahan yang akan diolah mencapai 3.500 hektare,” jelas Lorens Bere.
Ia menambahkan, khusus untuk lahan seluas 500 hektare yang akan dikerjakan menggunakan ekskavator, pihaknya saat ini sedang menyiapkan dan menentukan lokasi-lokasi yang akan diolah.
“Nantinya tim dari Universitas Nusa Cendana (Undana) juga akan turun ke lapangan untuk melakukan Survey Investigasi Design (SID), terutama pada lokasi-lokasi di wilayah dataran tinggi yang akan diolah menggunakan ekskavator,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Lorens mengatakan bahwa kegiatan pengolahan lahan pertanian secara gratis tersebut direncanakan mulai beroperasi pada awal Juli 2026, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
“Kita targetkan mulai bulan Juli 2026. Namun tetap melihat kondisi cuaca. Jika hujan sudah berkurang, maka traktor dan alat berat akan mulai beroperasi,” pungkasnya.***
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













