“Kita sebagai pimpinan umat beragama menerima tanggung jawab untuk menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama di Kabupaten Malaka dengan tetap berpegang pada kaidah-kaidah hukum yang berlaku,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu yang juga sebagai Dewan Penasehat menegaskan bahwa kegiatan FKUB sangat penting sebagai ruang dialog dan ruang membangun persaudaraan dalam keberagaman.
“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan keberagaman suku, bahasa, budaya dan keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh semangat persaudaraan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Henri Melki Simu, Kabupaten Malaka dibangun dari semangat toleransi yang diwariskan oleh para leluhur.
Hingga saat ini masyarakat Malaka hidup berdampingan secara damai tanpa adanya gesekan antar umat beragama.
“Ini perlu dipertahankan, dirawat dan diwariskan terus menerus kepada anak cucu kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, kerukunan umat beragama bukan hanya menjadi tugas tokoh agama atau pemerintah semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













