Lebih lanjut Paulus menceritakan kronologis kejadian, pada tanggal 14/4 dirinya bersama istri di serang oleh sejumlah kelompok dengan menuding mereka adalah suanggi.
“Kami juga bingung maksudnya apa kami diserang dengan pisau batu dan kayu bahwa kami yang meracuni sapi milik mereka yang mati padahal kami tidak tau apa-apa sebab sapi itu mati karena apa dan mati dimana mereka datang dengan kasar bawa senjata tajam sebut kami suanggi dan harus dibunuh kami juga bingung dan lari menyelamatkan diri di dalam rumah. Setelah kami dengar dari dalam rumah padahal mereka bilang sapi yang mati itu kami yang bunuh namun sapi itu bukan mati di dalam kebun kami tetapi di luar kebun kami yang cukup jauh tapi kami yang dituduh dan diancam bunuh”jelasnya dengan rasa kecewa.
Usai diserang Paulus bersama istri merasa takut dan mengamankan diri di rumah keluarga yang cukup jauh dari rumah tinggal, sambil menunggu panggilan dari polisi dan ternyata informasi dari warga sekitar bahwa 2 buah rumah milik korban telah dihancuri pihak sebelah atau pemilik sapi yang mati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













