Berbeda dengan bantuan yang langsung dikemas dalam jumlah besar, pakaian layak pakai yang terkumpul terlebih dahulu dipilah agar lebih mudah didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Pakaian dipisahkan berdasarkan kelompok penerima, yakni pakaian dewasa, anak-anak, dan bayi.
Setiap plastik berisi lima potong pakaian.
Menurut dr. Oktelin, proses pemilahan tersebut dilakukan agar bantuan yang tiba di lokasi bencana dapat segera dibagikan sesuai kebutuhan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasilnya, terkumpul sebanyak 63 karung pakaian layak pakai.
“Dipisahkan baju dewasa, anak-anak dan bayi dan dibuat setiap plastik lima piece. Total ada 63 karung pakaian layak pakai,” ujar dr. Oktelin.
Sementara itu, bantuan sembako belum dikemas dari Betun.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. PMI Malaka mempertimbangkan kondisi perjalanan dan risiko kerusakan kemasan selama proses pengangkutan menuju Flores.
“Sembako kita belum packing karena takut rusak kemasannya di jalan. Jadi nanti sampai di Flores baru kami packing untuk dibagikan,” katanya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













