Ia menegaskan, optimalisasi 40 unit traktor tersebut diharapkan mampu menjangkau lahan pertanian masyarakat yang selama ini belum sempat diolah, sehingga seluruh target pengolahan lahan pada tahun 2026 dapat tercapai.
Lorens juga menyatakan optimismenya bahwa dengan kesiapan alat dan perencanaan yang matang, program pengolahan lahan pertanian secara gratis akan berjalan maksimal dan tepat waktu.
“Kami optimistis dengan jumlah traktor yang ada, lahan milik masyarakat yang belum diolah dapat diselesaikan pada tahun 2026, sehingga petani bisa segera menanam sesuai musim tanam,” pungkasnya.***
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













