Menurut dia, perkembangan teknologi membuat anak semakin mudah berinteraksi dengan berbagai lingkungan. Kondisi tersebut memberikan banyak manfaat, tetapi juga dapat membuka peluang masuknya pengaruh negatif apabila tidak diimbangi pendampingan orang tua.
Tekanan teman sebaya, keinginan diterima dalam kelompok, rasa ingin tahu hingga keinginan mengikuti tren dapat membuat anak mengambil keputusan yang berisiko terhadap masa depannya.
Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya mengetahui apakah anak sudah makan, bersekolah atau telah pulang ke rumah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Orang tua juga perlu mengenal siapa teman anak, memahami aktivitasnya, mendengarkan cerita mereka dan memastikan rumah menjadi tempat pertama bagi anak untuk merasa aman ketika menghadapi persoalan.
“Jangan sampai anak-anak kita mencari tempat untuk menemukan jati diri di lingkungan yang salah,” ujar Riki.
Budaya “Duduk Bersama” Dinilai Penting
Kapolres Malaka juga menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.
Komunikasi yang hangat, kata dia, dapat membuat anak merasa dihargai sekaligus memiliki tempat untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi, baik terkait pertemanan, sekolah maupun lingkungan pergaulan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













