“Pengalaman yang kita peroleh dalam Pemilu dan Pemilihan 2024 perlu menjadi bahan pembelajaran untuk melihat kompetensi apa yang harus diperkuat menghadapi Pemilu 2029,” menjadi salah satu pesan penting dalam materi pembelajaran tersebut.
Sementara itu, Aprianus Putrason Niron menekankan pentingnya penyusunan kurikulum pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan jajaran pengawas.
Menurut dia, proses pembelajaran tidak cukup hanya mengandalkan teori. Pembelajaran perlu dibangun melalui pengalaman, studi kasus, serta praktik yang berkaitan langsung dengan tugas dan fungsi pengawasan Pemilu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun Hilarius Bria Suri menegaskan bahwa keberhasilan proses pembelajaran pada akhirnya harus tercermin dalam peningkatan kompetensi dan kinerja pengawas.
Bawaslu Malaka juga memandang pengalaman yang dimiliki jajaran pengawas tidak boleh berhenti sebagai pengalaman individual.
Berbagai pengalaman tersebut perlu didokumentasikan, dibagikan, dan dikembangkan menjadi pengetahuan kelembagaan.
Langkah tersebut dinilai penting agar pengalaman pengawasan dapat menjadi modal kelembagaan dalam menghadapi dinamika dan tantangan pengawasan pada Pemilu 2029.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













