TIMORNESIA.COM-Selama puluhan tahun, masyarakat Dusun Numbei, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), hidup dalam keterbatasan akibat minimnya infrastruktur yang menghubungkan wilayah mereka dengan pusat-pusat pelayanan dan
perekonomian.
Jalan yang rusak, medan yang terjal, serta sungai yang harus diseberangi menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari.
Bagi warga Numbei, berjalan kaki sambil memikul beban berat bukanlah pemandangan yang asing.
Hasil panen, bahan bangunan, kebutuhan pokok, hingga barang dagangan harus diangkut sendiri melewati jalur yang sulit.
Tidak sedikit warga yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencapai jalan yang bisa dilalui kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Keterisolasian tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak pada akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Saat
musim hujan tiba, jalan menjadi licin dan berlumpur, sementara debit sungai meningkat sehingga perjalanan menjadi jauh lebih berbahaya.
Sebuah pemandangan yang belakangan menyita perhatian publik memperlihatkan seorang warga berjalan kaki sambil memikul beban berat di jalur yang masih sulit dilalui.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya