Di sinilah, sebelum menyapa dunia dari balkon Basilika Santo Petrus, Paus baru menghadapi kenyataan akan peran barunya sebagai pemimpin lebih dari 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Nama “Ruang Air Mata” berasal dari emosi mendalam yang dirasakan oleh Paus baru saat menyadari besarnya tanggung jawab yang diemban.
Paus Leo XIII, misalnya, dilaporkan menangis saat terpilih pada tahun 1878 karena merasa terlalu tua untuk jabatan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Paus Yohanes XXIII, setelah melihat dirinya dalam jubah putih yang tidak pas, bercanda bahwa dirinya akan menjadi “bencana di televisi”. Cerita-cerita ini menyoroti beban emosional yang dirasakan oleh para Paus baru di Ruang Air Mata.
Monsinyur Marco Agostini, Master of Ceremonies Kepausan, menjelaskan bahwa pergantian pakaian di Ruang Air Mata melambangkan transformasi mendalam dalam kehidupan Paus baru.
“Di ruangan inilah Paus menyadari siapa dirinya sekarang. Pergantian pakaiannya mencerminkan perubahan mendalam dalam kehidupannya,” ujarnya.
Proses ini menandai awal dari perjalanan spiritual dan tanggung jawab besar yang akan dijalani.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













