Menurutnya, siapa pun yang terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Belu periode 2026–2031 nantinya memiliki tugas utama untuk melakukan konsolidasi menyeluruh hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Siapapun ketua di Belu tidak ada masalah. Tugas utama adalah konsolidasi partai sampai ke akar rumput,” tegasnya, Kamis (23/4/2026).
Agustinus yang juga anggota DPRD NTT periode 2024–2029 menekankan bahwa Partai Golkar merupakan partai kader yang harus berjalan sesuai dengan aturan organisasi, termasuk AD/ART, petunjuk teknis (Juknis), dan petunjuk pelaksanaan (Juklak).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak boleh bergantung pada satu figur saja, melainkan harus dibangun melalui sistem kaderisasi yang solid dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader Golkar di Belu untuk kembali merebut kejayaan seperti yang terjadi di beberapa daerah lain, di mana Partai Golkar mampu mendominasi kursi eksekutif maupun legislatif.
Untuk diketahui bahwa, Partai Golkar Belu dimasa kepemimpinan Yohanes Jefri Nahak atau Epy Nahak dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













