Pertama, permodalan, melalui penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh perbankan dengan potensi penyaluran di NTT yang mencapai lebih dari Rp3,7 triliun.
Kedua, pendampingan usaha, guna meningkatkan kapasitas manajerial dan teknis UMKM sekaligus menekan risiko kredit macet.
Ketiga, literasi keuangan, agar pelaku usaha mampu mengelola keuntungan secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keempat, akses pasar, melalui NTT Mart sebagai etalase resmi produk-produk lokal NTT.
“Modal bank siapkan, pendampingan bank juga siap lakukan pendampingan, literasi keuangan bank siap lakukan pendampingan, dan pasar pemerintah siapkan,” ujar Gubernur Melki.
Gubernur Melki menegaskan, peluncuran NTT Mart merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi daerah, dengan menempatkan masyarakat produsen sebagai pusat pembangunan ekonomi.
“NTT Mart ini disiapkan sebagai pasar bagi produk rakyat. Dari ladang dan laut langsung ke pasar, dengan harga yang pantas dan menguntungkan bagi para produsen,” tegasnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













