“Yang paling utama adalah memastikan air ini bisa mengalir hingga ke Lakekun. Kasihan masyarakat di sana yang mengalami kesulitan air. Jadi, kita harus mengupayakan agar pasokan air ini benar-benar sampai ke daerah tersebut,”tegasnya.
Menanggapi kondisi ini, Sipri, petugas irigasi Bendungan Benenai, memastikan bahwa pihaknya bersama tim akan segera melakukan pembersihan sedimen lumpur dan material yang menghambat aliran air.
“Dalam waktu dekat, kami akan membersihkan sedimen lumpur serta material yang menyumbat beberapa pintu air agar aliran bisa lebih lancar,”jelas Sipri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan membuka aliran air selama 1×24 jam agar pasokan air bisa mencapai pintu ke-11 yang menjadi akses utama irigasi ke wilayah Kobalima, Desa Lakekun, dan Lakekun Barat.
“Kami akan memastikan air mengalir hingga ke pintu ke-11, sehingga petani di Kobalima, khususnya Desa Lakekun dan Lakekun Barat, bisa mendapatkan air dengan cukup,”tambahnya.
Kunjungan langsung ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi krisis air irigasi yang dikeluhkan para petani.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













