“Kami akan diskusikan bersama Dinas PU Provinsi agar ada kolaborasi pekerjaan. Mana yang tidak bisa ditangani oleh Provinsi, BBWS akan ambil alih,” jelasnya.
Menurut Parlinggoman, salah satu kendala utama di Bendung Benenai adalah kerusakan pada pintu air dan mekanisme operasionalnya. Ia menyebutkan bahwa perbaikan akan segera dilakukan melalui Satker PJPA.
“Masalah utama sebenarnya ada pada pintu dan sistem operasionalnya. Kami sudah minta Satker PJPA untuk segera mengajukan rehabilitasi dan perbaikan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Parlinggoman menambahkan bahwa fasilitas yang bersifat darurat akan langsung ditangani pada tahun ini.
Sementara untuk perbaikan yang tidak mendesak, akan tetap dilakukan koordinasi lanjutan dengan Dinas PU Provinsi.
“Yang sifatnya darurat akan langsung kami tangani tahun ini. Sisanya, kami koordinasikan dengan Dinas PU untuk tindak lanjutnya,” imbuhnya.
Langkah-langkah konkret yang dilakukan ini menjadi bukti komitmen serius Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah SBS-HMS dalam menjamin keberlanjutan dan produktivitas sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat.***
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













