Dalam penggunaannya, masing-masing OPD akan memanfaatkan kartu kredit untuk keperluan operasional sehari-hari, seperti pengadaan barang dan jasa serta perjalanan dinas.
“Khusus di Bagian Umum, penggunaan kartu ini akan difokuskan untuk belanja rumah tangga Bupati dan Wakil Bupati. Selanjutnya, kami akan menyasar OPD lainnya berdasarkan intensitas dan kebutuhan transaksi,” ungkap Aloysius.
Sementara itu Yorry Blegur, Pimpinan Cabang Bank NTT Betun, menilai bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Kabupaten Malaka menuju digitalisasi keuangan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Malaka selama ini belum sepenuhnya digital. Dengan adanya Kartu Kredit Indonesia, kami harap ini menjadi awal transformasi digital di sektor keuangan pemerintah,” ujar Yorry.
Menurutnya, Bank NTT sebagai bank milik pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif digitalisasi yang dilakukan Pemkab Malaka.
Setelah penandatanganan perjanjian, dokumen akan dikirim ke kantor pusat untuk diproses lebih lanjut. Kartu kredit akan diterbitkan dan mulai digunakan oleh OPD yang menjadi sasaran uji coba awal.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













