“Semua traktor terus dimaksimalkan agar semua lahan milik masyarakat bisa diolah,” jelas Lorens.
Lorens menegaskan, program balik tanah gratis tidak berhenti pada tahap pembajakan. Pemerintah juga menyediakan benih, pestisida, dan pendampingan langsung dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
“Kami sudah instruksikan PPL di tiap kecamatan dan desa untuk mengawal kegiatan hingga tahap tanam. Petani harus serius. Tanah yang dipacul pemerintah bukan untuk ditelantarkan, tetapi harus ditanami dan dirawat agar hasilnya maksimal,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan capaian 541,95 hektare hingga September 2025, program balik tanah gratis di Kabupaten Malaka menunjukkan progres yang signifikan.
Dukungan penuh dari pemerintah, PPL, serta partisipasi masyarakat diharapkan dapat mewujudkan target 3.000 hektare dan meningkatkan produktivitas pertanian di Malaka.***
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













