“Jadi rakyat harus tanam makanan yang dapat diolah di MBG untuk disajikan kepada anak-anak. Sehingga di desa itu harus ada perputaran ekonomi,” ujarnya.
Bupati SBS menjelaskan, pola pembangunan desa ke depan tidak hanya bertumpu pada produksi pangan, tetapi juga harus membuka ruang bagi pemasaran hasil-hasil usaha masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.
Ia menyebut berbagai produk unggulan desa seperti tenun tradisional, kerajinan tangan, hasil perkebunan, hingga produk olahan hasil perkebunan harus menjadi bagian dari rantai ekonomi koperasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemudian produk-produk berupa tenun, kerajinan, hasil perkebunan dan olahan-olahan hasil perkebunan dapat dijual di Koperasi Merah Putih,” tambahnya.
SBS menilai, integrasi antara produksi desa, koperasi, dan MBG akan menciptakan siklus ekonomi yang sehat di tingkat desa, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Malaka berharap seluruh desa mampu menyusun program pembangunan yang selaras dengan visi pemberdayaan ekonomi rakyat, sehingga Koperasi Merah Putih dan MBG benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat desa.***
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













